Friday, December 12, 2008

Sedikit Fakta Tentang Bangsawan & Tips Menjadi Lady ala Historical Romance

Bulan Oktober 2008 GPU menerbitkan novel historical romance karangan Lisa Kleypas, Rahasia Malam Musim Panas. Nah, tanggal 23 Desember, buku lanjutannya akan muncul. Judulnya? Suatu Hari Di Musim Gugur (It Happened One Autumn).

Pemeran utamanya kali ini Lillian Bowman, putri OKB (Orang Kaya Baru) dari Amerika dan Marcus, Earl of Westcliff.

Berbeda dengan buku pertama, di sini kita diperkenalkan lebih jauh dengan tata cara dan adat kebangsawanan Inggris.

Sedikit fakta tentang tata cara kebangsawanan Inggris:

  • Tidaklah sopan untuk memanggil seseorang dengan nama kecilnya. Bahkan seorang istri pun kalau mau memanggil suaminya di depan umum harus memanggilnya dengan sebutan gelarnya. Misalnya, Annabelle memanggil suaminya dengan Mr. Hunt, bukan Simon. Ibu Marcus memanggil putranya dengan My Lord, bukan dengan nama kecilnya.
  • Tidaklah baik bagi seorang wanita lajang untuk menghabiskan waktu berduaan bersama pria tanpa kehadiran pendamping. Reputasi wanita itu bisa tercemar, dan pria bakal enggan menikahinya.
  • Secara status, Viscount (anak laki-laki Duke) berada di bawah Earl. Tapi ketika Duke mangkat, dan Viscount mendapat gelar Duke, maka statusnya berada di atas Earl. Makanya Lord St. Vincent sekarang masih berada di bawah Earl of Westcliff. Tapi kalau ayahnya mangkat, Lord St. Vincent akan menjadi Duke, dan Earl of Westcliff akan berada di bawah St. Vincent.
  • Hanya duke/duchess yang boleh dipanggil Your Grace. Bangsawan lain hanya boleh dipanggil dengan sebutan Lord/Lady.
  • Kalau pasangan Duke disebut Duchess, pasangan Earl disebut Countess. Nah, saat Earl senior mangkat, gelarnya diwariskan kepada anak laki-lakinya. Kalau saat itu si anak laki-laki belum menikah, maka yang menjadi Countess tetaplah ibunya. Tapi ketika sang earl menikah, maka ibunya akan menjadi Dowager Countess, dan istrinyalah yang menjadi Countess. Buat lebih gampangnya, dowager itu istilah keren bangsawan buat “janda”. Dan yang boleh disebut dowager adalah mereka yang almarhum suaminya bergelar, dan pewaris gelar saat ini adalah keturunan langsung almarhum suaminya. Jadi selain buat ibu, dowager bisa juga digunakan untuk ibu tiri, nenek, dan janda pemangku gelar sebelumnya.
Jadi nih, begitu Lillian menjadi istri Marcus, Lillian-lah yang menjadi Countess of Westcliff, sementara ibu Marcus menjadi Dowager Countess.


Nah, semoga sekarang nggak bingung lagi kalau baca novel Historical Romance ya.

Sebagai penutup, berikut ada tips menjadi lady dari Countess of Westcliff, ibu Marcus. Silakan disimak:

1. Seorang lady tidak pernah membiarkan tulang punggungnya menyentuh sandaran kursi. Dia harus duduk tegak.

2. Saat perkenalan:
- Jika perkenalan terjadi antara dua wanita muda, seorang lady boleh berjabatan tangan.
- Jika perkenalan terjadi antara pria dan wanita, sang lady harus menunggu sampai si pria menghampirinya, lalu membungkukkan badan sedikit, tapi tidak boleh berjabatan tangan.

3. Seorang lady tidak boleh membungkuk kepada pria yang tidak diperkenalkan padanya meskipun ia sudah sering melihat, bertemu, atau bercakap-cakap dengan pria itu. Kalau perkenalan resmi belum terjadi, seorang lady hanya perlu mengangguk singkat. Sekalipun pria itu sudah menolongnya, selama sang lady belum diperkenalkan secara resmi, dia hanya boleh mengangguk dan mengucapkan terima kasih, tanpa membungkukkan badan.

4. Seorang lady tidak boleh meminta menambah anggur saat makan malam. Hanya tamu pria yang boleh minta tambah minum anggur, tamu wanita tidak boleh.

5. Makanan penutup dan kudapan kecil hanya boleh dimakan menggunakan garpu, bukan sendok, dan tidak boleh dibantu pisau.

6. Seorang lady tidak boleh mengungkapkan isi pikirannya sendiri. Sekalipun ditanya, dia hanya boleh mengulang apa yang dikatakan pria.

7. Seorang lady tidak boleh mengumpat. Tidak boleh berbicara, apalagi tertawa dengan suara lantang. Dan jelas tidak boleh membersit hidung keras-keras seperti gajah bersin.

8. Seorang lady tidak boleh berterima kasih pada pelayan. Seperti kata Countess, “Kau tidak perlu berterima kasih kepada pelayan sama seperti kau tidak perlu berterima kasih kepada kuda karena membiarkanmu menungganginya, atau meja karena sudah menampung piring yang diletakkan di atasnya.”

9. Seorang lady tidak boleh menyebut anggota tubuhnya pada lawan jenis. Bilang “perut” pun tabu lho!

10. Seorang lady tidak boleh terlibat akitvitas fisik di luar ruangan seperti memainkan permainan rounders (semacam permainan kasti), apalagi berlari-lari dalam pakaian dalam dengan alasan susah berlari sambil memakai rok!

So, how lady are you? :)

(Disebarkan oleh Dharma. Desember 2008)

3 comments:

Maria Dini said...

Wah...
Ini si parah....

Masa ngutarain isi pikiran aja gk boleh...

Untung gk jd lady...
Da jelas gagal ni...
LoL...

Lazy-Lost-Lady said...

makasih banyak loh. saya emang lagi cari-cari data tentang ini ^^

titin agustina kusumawardani said...

Haduh susah ya jadi lady, akhir2 ini aku juga lagi seneng2nya baca novel historical romance karya eloisa james.